cerita film speed racer

Speed Racer: Pembalap 3D Cinta Keluarga

Speed Racer. Bocah kecil itu selalu bersemangat menjelang pulang sekolah. Bagaimana tidak, Rex Racer (Scott Porter), kakak Speed yang seorang pembalap kerap membawanya berlaga di arena balap mobil.

Speed telah memupuk cita-citanya menjadi pembalap profesional sejak dini. Apalagi sejak Rex meninggal dalam balap mobil lintas kota, The Crucible. Menjelang dewasa Speed (Emile Hirsch) akhirnya bisa mewujudkan hasrat terbesarnya itu. Ia menjadi pembalap kenamaan yang berdiri di perusahaan keluarganya.

Kiprah Speed membawanya bertemu Royalton (Roger Allam) dari Royalton Industries. Ia ingin mengajak Speed sebagai salah satu pembalapnya. Namun pertemuan dengan dengan Royalton membuka mata Speed bahwa persaingan balap internasional telah dinodai oleh mereka-mereka yang berkuasa dan punya uang.

Hal ini membuat Speed geram. Ia percaya bahwa balapan adalah jiwa yang suci. Di samping masalah balapan ini, Speed tumbuh dalam keluarga yang hangat. Mach 5, mobil andalan Speed adalah hasil rakitan ayahnya (John Goodman) yang biasa dipanggil Pops.

Berbekal dukungan dari keluarganya pula, Speed terlibat balap mobil di The Crucible. Ia membentuk tim bersama Racer X (Matthew Fox) dan Taejo Togokhan (Rain) dengan niat meruntuhkan kekuasaan Royalton. Namun semua tak sesuai rencana.

Belum lagi Speed terbawa hati dengan firasatnya yang kuat terhadap Racer X. Ia selalu merasa pembalap bertopeng itu adalah Rex, kakak tercintanya.

Pops dan ibunya, Moms (Susan Saradon) selalu berusaha terbuka dengan anak-anaknya. Keluarga kecil ini berbagi dalam banyak hal. Kisah cinta Speed pun digambarkan dengan sederhana namun tak kehilangan gregetnya. Christina Ricci yang memerankan tokoh Trixie memberi porsi yang pas.

Film ini dikemas dalam kombinasi dunia nyata dan kartun 3D. Adegan balapan digambarkan dengan 3D, penuh warna, suara bising dan kecepatan yang luar biasa. Sedikit tak masuk akal namun terasa pas untuk setting waktu yang dibuat lebih modern.

Bagian balapan 3D pun tak membuat pusing. Film ini jelas sangat cocok untuk sajian keluarga. Beberapa unsur komedi ditambahkan di dalamnya. Coba saja jika Anda dapat menahan tawa saat adik bungsu Speed, Spritle berlaga dengan sahabat sejatinya, seekor simpanse.

Film ini memang diangkat dari kisah serial anime Jepang yang berjudul sama tahun 1960-an. Setelah disiapkan sejak tahun 1992, film ini akhirnya disutradarai dan ditulis oleh The Wachowski brothers.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: